Pengertian Endokrinologi


Pengertian Endokrinologi Endokrinologi adalah Sistem endokrin disebut juga metabo kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya secret dari kelenjar endokrin dinamakan etabol (Isnaeni, 2006). Kelenjar endokrin  menghasilkan zat kimia, etabol yang membawa darah untuk bertindak pada jaringan pada beberapa hal dari kelenjar system endokrin berjalan dengan pelan pada aksinya terhadap etabo syaraf (Sirendsen and Anthony, 1984) Menurut produser and Brown (1965) etabol endokrin mengkoordinasikan secara kimia produksi dari beberapa atau banyak di wilayah daerah suatu etabolisme.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahastentang hormon dan aktivitasnya. Hormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). Kelenjar endokrin disebut pula kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran tersendiri. Sekresinya disebut sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah dan beredar mengikuti aliran darah. Hormon tersebut akan akan mempengaruhi jaringan dan organ sasaran. Pengaruh hormon berjalan lambat dan hormon diproduksi berdasarkan mekanisme kerja umpan bakik. Artinya, kekurangan atau kelebihan hormon tertentu akan mempengaruhi produksi hormon yang lain. Mekanisme kerja hormon yang demikian sebagai homeostatis. Mekanisme homeostatis berlaku bagi semua kegiatan kelenjar hormon. Ada 3 konsep mekanisme kerja hormon, yaitu:
  • Konsep klasik, dimana dalam konsep ini endokrin akan menghasilkan hormon kemudian hormon memasuki sistem sirkulasi dan akhirnta sampai di sel target.
  • Autokrin, pada konsep  ini sel target akan memghasilkan hormon kemudian hormonnya akan digunakan sendiri oleh sel target tersebut.
  • Parakrin, dalam konsep ini sel target akan memghasilkan hormon kemudian hormonnya akan digunakan oleh sel target lainnya.
Sistem endokrin akan bekerja sama dengan sisitem saraf dan disebut sebagai sistem  neuroendokrin yang berfungsi untuk koordinasi serta mengendalikan fisiologis tubuh hewan. Walaupun sistem endokrin bekerja sama dengan sistem saraf namun kedua sistem ini memiliki perbedaan cara kerja yang terletak pada:
  • Pembeda
  • Sisten Endokrin
  • Sisten Saraf
  • Transmisi
  • kimia
  • Elektrik
  • Waktu respon
  • Lambat
  • Cepat
Kelenjar endokrin menghasilkuan hormon, kemudian hormon akan berikatan dengan reseptor khusus yang berada pada organ saraf. Ikatan yang terjadi sesuai dan tepat akan menimbulkan efek biologis yang berfungsi untuk aktivitas kehidupan hewan. Hormon-hormon yang aktivitasnya bekerja sama dengan sistem saraf adalah:
  • Adrenocorticotrophic Hormone (ACTH), berperan dalam sistem peredaran darah dan denyut jantung.
  • Growth Hormone (GH), berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan.
  • Melanocyte Stimulating Hormone (MSH), berperan dalam regenerasi dan pergantian kulit.
  • Thyroid Stimulating Hormone (TSH), berpran dalam komposisi darah.
  • Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH), berperan dalam  reproduksi.
  • Prolactin dan Oxytocin berperan dalam pengeluaran.
  • Antideuretic Hormone (ADH), berperan dalam osmoregulasi.[tb]