Pengertian Bryologi


Pengertian Bryologi - Bryologi adalah cabang ilmu Biologi yang membahas seluk beluk Bryophyta (tumbuhan lumut). Ahli lumut disebut bryologist. Di Indonesia, jumlah ahli lumut masih sangat terbatas, bisa dihitung dengan jari tangan kita. Padahal, Indonesia memiliki hampir 5.ooo spesies lumut atau sekitar 20% dari total spesies lumut di dunia.

Memang, belum banyak ilmuwan Indonesia yang serius menggeluti penelitian di bidang Bryology. Mungkin karena saking banyaknya keanekaragaman hayati negeri ini, sehingga belum semua dapat dipelajari. Ilmuwan kita lebih banyak menekuni flora fauna yang berukuran besar.  Sedangkan lumut, yang ukurannya relatif imut, belum banyak disebut-sebut.
Inilah tantangan bagi kita, generasi penerus bangsa, untuk mau mempelajari kekayaan lumut atau menjadi seorang bryologist.
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita). Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.
Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.
Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:
  • Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid
  • alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum
Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.[ab]